
Sintang zkr.com. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Kusnadi, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap tingkat kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan oleh masyarakat di wilayah Sepauk Hulu. Inisiatif luar biasa ini diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) secara mandiri, yang memanfaatkan aliran sungai dan potensi sumber daya air setempat untuk menghasilkan energi listrik. Langkah ini dipandang sebagai solusi cerdas dan berkelanjutan untuk mengatasi keterbatasan akses listrik di daerah tersebut.
Kusnadi menyoroti bahwa inisiatif masyarakat Sepauk Hulu dalam membangun PLTMH merupakan contoh nyata bagaimana potensi sumber daya alam lokal dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan memanfaatkan aliran sungai yang tersedia, mereka berhasil menciptakan sumber energi listrik yang bersih, ramah lingkungan, dan yang terpenting, mandiri. Hal ini sangat membantu warga di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik PLN konvensional.
“Masyarakat Sepauk Hulu telah menunjukkan inovasi luar biasa. Mereka memanfaatkan aliran sungai untuk dijadikan PLTMH sehingga kebutuhan listrik bisa terpenuhi secara mandiri dan ramah lingkungan,” ujar Kusnadi, memuji semangat gotong royong dan kearifan lokal yang ditunjukkan oleh masyarakat Sepauk Hulu. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan kemauan dan kolaborasi, tantangan akses energi di daerah terpencil dapat diatasi.
Lebih lanjut, Kusnadi menjelaskan bahwa PLTMH yang dibangun oleh masyarakat Sepauk Hulu bukan hanya sekadar menyediakan penerangan. Pembangkit listrik skala mikro ini memiliki dampak yang luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga, mendukung aktivitas belajar mengajar anak-anak di sekolah, hingga memberdayakan kegiatan usaha kecil dan menengah (UKM) di desa tersebut. Ketersediaan listrik yang stabil membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi mereka.
Selain manfaat energi, Kusnadi juga menekankan signifikansi lingkungan dari penggunaan PLTMH. Sebagai sumber energi terbarukan, PLTMH mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar fosil yang seringkali mahal dan berdampak buruk pada lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan penggunaan energi bersih dan berkelanjutan. “Masyarakat tidak hanya mendapatkan listrik, tetapi juga belajar memanfaatkan potensi alam dengan bijak. Ini langkah maju dalam kemandirian energi dan pelestarian lingkungan,” tambahnya.
Menyikapi keberhasilan ini, Kusnadi mendorong agar Pemerintah Kabupaten Sintang, melalui dinas terkait seperti Dinas ESDM atau Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, memberikan dukungan yang lebih konkret kepada masyarakat Sepauk Hulu. Dukungan ini bisa berupa bantuan teknis dalam hal pengoperasian dan perawatan PLTMH, fasilitasi perizinan jika diperlukan, atau bahkan bantuan modal untuk pengembangan kapasitas pembangkit agar dapat melayani lebih banyak rumah tangga atau mendukung usaha yang lebih besar. Apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif masyarakat seperti ini diharapkan dapat memotivasi daerah lain di Kabupaten Sintang untuk melakukan hal serupa.









