Anggota DPRD Sintang, Lusi
Sintang zkr.com. Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Lusi, memberikan peringatan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Sintang agar segera mengambil tindakan nyata dan serius dalam membenahi kondisi jalan di wilayah Ketungau yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi jalan yang memprihatinkan ini dinilai telah menghambat aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat di daerah tersebut.
“Kami mengingatkan dan mendesak Pemerintah Kabupaten Sintang untuk memberikan perhatian serius dan segera melakukan pembenahan terhadap kondisi jalan di wilayah Ketungau. Kerusakan yang terjadi sudah cukup parah dan berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan masyarakat setempat,” ujar Lusi.
Lusi menjelaskan bahwa jalan di wilayah Ketungau merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan berbagai desa dan menjadi jalur utama bagi masyarakat untuk mendistribusikan hasil pertanian, perkebunan, maupun hasil sumber daya alam lainnya ke pasar. Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut tidak hanya menyulitkan para pengguna jalan, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya logistik, menurunkan nilai jual produk, bahkan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para petani dan pelaku usaha di sana.
“Kondisi jalan yang rusak parah ini jelas sangat menghambat aktivitas warga. Mulai dari petani yang kesulitan membawa hasil panennya ke pasar, anak-anak sekolah yang harus menempuh perjalanan berat setiap hari, hingga masyarakat umum yang membutuhkan akses cepat dan aman. Kerusakan ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi sudah menyangkut hajat hidup dan roda perekonomian masyarakat Ketungau,” tambahnya.
Oleh karena itu, Lusi mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sintang, melalui dinas teknis terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), untuk segera melakukan survei lapangan, mengevaluasi tingkat kerusakan jalan, dan merencanakan langkah-langkah perbaikan yang efektif. Perbaikan tidak hanya bersifat tambal sulam sementara, tetapi diharapkan dapat dilakukan secara permanen atau setidaknya dengan kualitas yang memadai agar tahan lama dan mampu mengatasi tantangan medan serta cuaca di wilayah tersebut.
“Kami berharap perbaikan yang dilakukan bukan sekadar tambal sulam sementara yang cepat rusak kembali. Perlu ada perencanaan yang matang untuk perbaikan yang lebih permanen atau setidaknya dengan kualitas yang baik, mengingat kondisi geografis di Ketungau yang mungkin memiliki tantangan tersendiri. Prioritaskan perbaikan ini agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan roda perekonomian di Ketungau bisa berputar lebih lancar,” pungkas Lusi.









