
Sintang zkr.com. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, memberikan dorongan kuat kepada seluruh anak-anak dan pelajar di wilayah Sintang untuk secara aktif memanfaatkan fasilitas perpustakaan yang tersedia sebagai sarana penunjang kegiatan belajar. Imbauan ini disampaikan khususnya menjelang dan selama periode libur panjang yang jatuh pada bulan Maret dan April mendatang. Anastasia menilai bahwa momentum libur panjang seharusnya tidak hanya diisi dengan aktivitas rekreasi atau bersantai semata, melainkan juga harus dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, serta keterampilan para generasi muda.
“Perpustakaan adalah sumber belajar yang sangat bermanfaat. Anak-anak bisa datang langsung untuk membaca buku atau meminjamnya agar bisa dipelajari di rumah selama masa libur,” ujar Anastasia, menekankan potensi besar yang dimiliki oleh perpustakaan sebagai pusat literasi. Ia menambahkan bahwa perpustakaan modern kini tidak hanya menyediakan koleksi buku fisik, tetapi seringkali juga dilengkapi dengan akses digital, jurnal, majalah, serta berbagai sumber informasi lain yang relevan dengan kebutuhan belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan.
Anastasia juga menyoroti pentingnya peran serta orang tua dalam menumbuhkan budaya membaca di kalangan anak-anak. “Peran orang tua sangat penting dalam membangun kebiasaan membaca. Dengan dukungan keluarga, anak-anak akan lebih termotivasi untuk memanfaatkan fasilitas yang ada,” tambahnya. Dukungan ini bisa berupa mengajak anak mengunjungi perpustakaan, menyediakan waktu khusus untuk membaca bersama di rumah, atau sekadar memberikan apresiasi terhadap usaha anak dalam belajar dan membaca.
Lebih lanjut, Anastasia berharap agar pengelola perpustakaan di Sintang dapat terus berinovasi dalam menyajikan program-program menarik yang dapat menarik minat baca para pelajar. Program seperti pojok baca yang nyaman, kegiatan mendongeng, lomba menulis, diskusi buku, atau bahkan workshop keterampilan yang relevan dengan kurikulum sekolah dapat menjadi daya tarik tambahan. Ketersediaan koleksi buku yang beragam, mulai dari buku pelajaran, ensiklopedia, novel edukatif, hingga buku-buku pengembangan diri, juga menjadi faktor krusial.
“Kita ingin perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan dan inspiratif bagi anak-anak kita. Bukan hanya sekadar tempat menyimpan buku, tapi menjadi pusat kegiatan literasi yang aktif, tempat mereka bisa bertukar pikiran, mengembangkan kreativitas, dan menemukan minat baru,” tutur Anastasia. Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menyediakan dan mengembangkan fasilitas perpustakaan, namun menekankan bahwa partisipasi aktif dari masyarakat, terutama para pelajar dan orang tua, adalah kunci keberhasilan program literasi ini.
Dengan memanfaatkan perpustakaan secara optimal selama masa libur, diharapkan para pelajar di Sintang tidak hanya mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang positif, tetapi juga dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan mereka, mempersiapkan diri lebih baik untuk kegiatan belajar di sekolah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap literasi yang akan bermanfaat sepanjang hidup mereka.









