
Sintang zkr.com. Menghadapi periode libur panjang yang cukup signifikan sepanjang bulan Maret dan April, serta semakin dekatnya jadwal pelaksanaan ulangan kenaikan kelas, Anggota DPRD Kabupaten Sintang yang juga aktif dalam Komisi A, Juni, secara khusus menyampaikan imbauan kepada seluruh orang tua di Kabupaten Sintang. Imbauan ini menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi dan mendukung proses belajar anak-anak mereka di rumah.
“Kita melihat bahwa sepanjang bulan Maret dan April ini terdapat cukup banyak hari libur yang jatuh. Mengingat jadwal ulangan kenaikan kelas sudah semakin dekat, kami dari DPRD Sintang sangat berharap para orang tua dapat mengambil peran yang lebih signifikan dalam membantu dan mendampingi anak-anak mereka belajar di rumah,” ujar Juni. Ia menambahkan bahwa momentum ini sangat krusial bagi para siswa untuk dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan pemahaman materi pelajaran mereka, agar siap menghadapi evaluasi akhir tahun ajaran.
Juni menekankan bahwa tanggung jawab terhadap keberhasilan pendidikan anak tidak semata-mata berada di pundak para pendidik di sekolah. Keterlibatan aktif orang tua di rumah merupakan komponen yang sangat vital dan tidak dapat diabaikan. Dengan adanya dukungan yang memadai dari lingkungan keluarga, diharapkan anak-anak akan senantiasa memiliki motivasi belajar yang tinggi dan tidak merasa kehilangan momentum pembelajaran, meskipun mereka tidak berada secara fisik di dalam ruang kelas.
“Proses belajar anak itu adalah sebuah ekosistem yang melibatkan sekolah dan rumah. Ketika kedua elemen ini bersinergi dengan baik, dampaknya akan sangat positif bagi perkembangan akademis dan karakter anak,” jelas Juni. Ia mengingatkan bahwa masa-masa menjelang ulangan kenaikan kelas adalah periode kritis bagi siswa untuk melakukan konsolidasi pengetahuan dan mempersiapkan diri secara optimal. Oleh karena itu, Juni mengajak seluruh orang tua untuk proaktif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif di lingkungan rumah.
Beberapa langkah konkret yang disarankan oleh Juni meliputi: pertama, membantu anak dalam mengatur jadwal belajar yang terstruktur dan realistis di rumah, sehingga aktivitas belajar menjadi rutinitas yang teratur. Kedua, membatasi secara bijak penggunaan perangkat gawai atau gadget, terutama untuk hal-hal yang bersifat hiburan semata dan tidak produktif, agar fokus anak tidak terpecah. Ketiga, memberikan pendampingan langsung saat anak mengerjakan tugas-tugas sekolah atau saat mereka membutuhkan klarifikasi terhadap materi pelajaran.
Lebih lanjut, Juni menyoroti pentingnya komunikasi dua arah yang efektif antara orang tua dan anak. Komunikasi yang terbuka dan suportif akan menjadi kunci agar proses belajar di rumah dapat berjalan lancar dan menyenangkan. Orang tua tidak hanya diharapkan berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai sumber motivasi dan dukungan moral. Dengan memberikan dorongan positif, anak-anak akan merasa lebih percaya diri dan bersemangat dalam menghadapi berbagai tantangan akademis, termasuk ujian kenaikan kelas yang akan datang.
“Berikan mereka apresiasi atas usaha yang telah dilakukan, dengarkan keluh kesah mereka terkait materi pelajaran, dan tunjukkan bahwa Anda peduli dengan perjuangan mereka. Dukungan emosional ini seringkali lebih berharga daripada sekadar materi,” tutup Juni, seraya berharap sinergi antara sekolah dan keluarga dapat terus ditingkatkan demi masa depan pendidikan anak-anak di Kabupaten Sintang.









