
Sintang zkr.com. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang menghadapi kendala operasional yang signifikan dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) KM 7. Permasalahan utama yang menghambat efektivitas kerja adalah kondisi akses jalan masuk menuju TPA yang masih sangat kurang memadai dan rusak parah. Kepala DLH Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini tidak hanya menyulitkan operasional armada pengangkut sampah, tetapi juga telah menyebabkan beberapa truk mengalami kerusakan serius.
“Masalah paling mendasar yang kami hadapi di TPA KM 7 adalah kondisi jalan masuknya. Armada truk pengangkut sampah kita mayoritas sudah tua dan kondisinya memang memprihatinkan. Belum lama ini, hampir dua hari berturut-turut kami mengalami kejadian di mana sasis truk patah saat mencoba melintas di jalur yang tidak rata dan penuh lubang,” ujar Siti Musrikah dengan nada prihatin. Kondisi jalan yang buruk ini, menurutnya, secara langsung berdampak negatif pada efektivitas operasional di lapangan. Proses pengangkutan sampah dari berbagai titik di Kabupaten Sintang menuju TPA menjadi terhambat dan melambat, yang pada gilirannya menyebabkan penanganan sampah secara keseluruhan di Kabupaten Sintang menjadi tidak optimal.
Menyadari urgensi permasalahan ini, DLH Sintang tidak tinggal diam. Pihaknya telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk mencari solusi. Persoalan krusial mengenai akses jalan ini telah disampaikan secara resmi kepada pimpinan daerah untuk mendapatkan perhatian dan dukungan. Selain itu, DLH juga mulai menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pihak eksternal, salah satunya adalah PT PLN (Persero) Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sintang, yang diharapkan dapat memberikan bantuan dalam perbaikan akses jalan tersebut.
Salah satu opsi konkret yang sedang dibahas secara serius adalah pemanfaatan limbah abu batu bara atau fly ash dan abu sekam (bottom ash) dari PLTU untuk melakukan pengerasan pada jalur masuk TPA. Material ini dinilai berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pengerasan jalan yang lebih kuat dan tahan lama.
“Kami sudah melakukan komunikasi intensif dengan pimpinan daerah mengenai kebutuhan mendesak ini. Di sisi lain, kami juga sedang berbicara dengan pihak PLTU Sintang, menjajaki apakah ada kemungkinan mereka dapat membantu dalam proses pengerasan jalan masuk TPA ini dengan memanfaatkan limbah paba mereka,” jelas Siti Musrikah.
Siti Musrikah menekankan betapa krusialnya perbaikan jalan masuk TPA ini bagi kelancaran operasional DLH. Dengan akses jalan yang lebih layak, rata, dan kuat, armada truk pengangkut sampah dipastikan dapat beroperasi dengan lebih lancar dan efisien. Hal ini akan mempercepat proses pengangkutan sampah dari sumbernya hingga ke TPA, sehingga sampah dapat segera ditangani dan dikelola sesuai dengan prosedur yang berlaku, mengurangi risiko penumpukan sampah di area pemukiman.
“Jika kondisi jalan sudah bagus, keras, dan rata, maka seluruh proses pekerjaan kami akan menjadi jauh lebih cepat dan efektif. Sampah yang terkumpul bisa segera diangkut dan dipindahkan ke TPA untuk penanganan lebih lanjut, tanpa harus khawatir armada kami mengalami kerusakan di tengah jalan,” tambahnya, berharap solusi perbaikan jalan segera terealisasi demi pengelolaan sampah yang lebih baik di Kabupaten Sintang.









