DPRD Sintang Mendesak Pemkab Maksimalkan PAD untuk Kemandirian Fiskal Daerah

 Parlemen

Anggota DPRD Sintang, Anton Isdianto

Sintang zkr.com. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Anton Isdianto, menegaskan perlunya Pemerintah Kabupaten Sintang untuk menunjukkan keseriusan yang lebih tinggi dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dorongan ini disampaikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah, mengurangi ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat, serta memastikan ketersediaan anggaran yang memadai untuk mendukung program-program pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Sintang.
 
“Saya mengamati bahwa masih terdapat potensi yang sangat besar dan belum sepenuhnya tergali bagi Pemerintah Kabupaten Sintang untuk memaksimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah. Potensi ini tersebar di berbagai sektor, baik itu melalui optimalisasi penerimaan dari sektor pajak daerah maupun dari sektor retribusi. Dengan memaksimalkan PAD, kita dapat mengurangi ketergantungan yang berlebihan pada dana transfer dari pemerintah pusat, dan pada akhirnya memperkuat kemandirian fiskal daerah kita,” ujar Anton Isdianto kepada sejumlah wartawan di gedung DPRD Sintang belum lama ini.
 
Anton Isdianto menjelaskan bahwa PAD merupakan fondasi penting bagi setiap daerah untuk dapat menjalankan roda pemerintahannya secara mandiri dan efektif. Ketergantungan yang terlalu besar pada dana pusat dapat membuat daerah rentan terhadap perubahan kebijakan fiskal di tingkat nasional, serta membatasi fleksibilitas dalam merancang dan melaksanakan program-program pembangunan yang spesifik sesuai dengan kebutuhan lokal. Oleh karena itu, peningkatan PAD menjadi sebuah keharusan untuk mewujudkan Sintang yang lebih mandiri secara finansial.
 
Lebih lanjut, Anton Isdianto menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Sintang dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemungutan pajak daerah dan retribusi yang ada saat ini. Perlu diidentifikasi sektor-sektor mana saja yang memiliki potensi PAD terbesar namun belum dikelola secara optimal. Selain itu, perlu juga dilakukan inovasi dalam sistem pemungutan, misalnya dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah wajib pajak dalam melakukan pembayaran serta meningkatkan efisiensi administrasi.
 
“Pemerintah perlu melakukan kajian mendalam dan evaluasi terhadap seluruh sumber PAD yang ada. Identifikasi potensi-potensi baru, perbaiki sistem pemungutan yang mungkin masih lemah, dan jangan ragu untuk berinovasi. Pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pembayaran pajak dan retribusi, misalnya, dapat sangat membantu dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan meminimalkan kebocoran pendapatan daerah,” tambahnya.
 
Dengan adanya upaya serius dan terencana dalam memaksimalkan PAD, diharapkan Pemerintah Kabupaten Sintang dapat memiliki sumber pendanaan yang lebih kuat dan stabil untuk membiayai berbagai program pembangunan yang prorakyat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta pada akhirnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan