Jalan Bedayan Viral, DPRD Sintang Ingatkan Pemerintah: Jangan Lupakan Jalan Sintang-Ketungau yang Kritis

 Parlemen

Sintang zkr.com. Di tengah perhatian publik yang tertuju pada perbaikan Jalan Bedayan di Kecamatan Sepauk, yang menjadi viral di media sosial belakangan ini, seorang anggota DPRD Kabupaten Sintang, Jimi Manopo, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang agar tidak hanya memfokuskan perhatian pada satu titik tersebut. Ia menekankan bahwa masih banyak ruas jalan lain di Sintang yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius, salah satunya adalah Jalan Sintang–Ketungau.
 
Jimi Manopo mengapresiasi respons cepat yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat mengenai Jalan Bedayan. Namun, ia mengingatkan agar fenomena viral di media sosial tidak menjadi satu-satunya pemicu perbaikan jalan, sementara akses vital lainnya terabaikan. “Kita tentu mengapresiasi respon cepat pemerintah terhadap Jalan Bedayan. Tapi jangan sampai perhatian hanya terfokus di sana karena viral. Masih ada ruas Jalan Sintang–Ketungau yang sudah lama rusak parah dan belum mendapatkan penanganan maksimal,” ujarnya dengan nada prihatin.
 
Kondisi Jalan Sintang–Ketungau, yang merupakan salah satu arteri utama penghubung antarwilayah di Kabupaten Sintang, dilaporkan telah mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun. Aspal yang mengelupas, lubang-lubang menganga, dan badan jalan yang tidak rata menjadi pemandangan sehari-hari bagi para penggunanya. Kerusakan ini tidak hanya memperlambat laju kendaraan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan mempercepat usia pakai kendaraan akibat guncangan konstan.
 
Menurut Jimi Manopo, Jalan Sintang–Ketungau memiliki signifikansi ekonomi dan sosial yang sangat tinggi bagi masyarakat. Jalan ini menjadi jalur distribusi utama bagi berbagai hasil pertanian, perkebunan, dan sumber daya alam lainnya dari wilayah pedalaman menuju pusat kota Sintang maupun sebaliknya. Aktivitas perdagangan, mobilitas penduduk, serta akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan sangat bergantung pada kelancaran arus transportasi di ruas jalan ini.
 
“Jalan ini sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat. Jika dibiarkan terlalu lama, dampaknya akan semakin besar, baik dari sisi ekonomi maupun kesejahteraan warga,” tegasnya. Ia mengkhawatirkan bahwa kelumpuhan aktivitas ekonomi akibat rusaknya jalan dapat semakin memperlebar jurang ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedalaman. Para petani, misalnya, mungkin kesulitan membawa hasil panen mereka ke pasar, sementara biaya transportasi yang tinggi akibat kondisi jalan yang buruk dapat menggerus keuntungan mereka.
 
Oleh karena itu, Jimi Manopo mendesak Pemkab Sintang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur jalan di seluruh Kabupaten Sintang dan memprioritaskan perbaikan ruas jalan yang paling mendesak, termasuk Jalan Sintang–Ketungau. Ia berharap agar pemerintah daerah dapat menyusun strategi penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan, tidak hanya bersifat tambal sulam, demi memastikan aksesibilitas dan konektivitas yang memadai bagi seluruh masyarakat Sintang. Koordinasi yang erat antara dinas terkait, legislatif, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat realisasi perbaikan jalan demi kesejahteraan bersama.

Related Posts

Tinggalkan Balasan