
Sintang zkr.com. Minimnya infrastruktur yang memadai pada sejumlah objek pariwisata di Kabupaten Sintang diidentifikasi sebagai kendala utama yang menghambat pengembangan sektor potensial ini. Penyorotan ini datang dari Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Fraksi PDI Perjuangan, Sebastian Jaba, yang menilai bahwa banyak destinasi wisata di Sintang memiliki potensi luar biasa untuk mendongkrak perekonomian masyarakat lokal, namun terhambat oleh fasilitas yang belum memadai.
Sebastian Jaba mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia melihat bahwa Kabupaten Sintang dianugerahi dengan berbagai keindahan alam dan kekayaan budaya yang sesungguhnya memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan. Namun, tanpa adanya dukungan infrastruktur yang memadai seperti akses jalan yang baik, fasilitas penunjang (toilet, area parkir, tempat istirahat), hingga sarana informasi pariwisata, potensi besar tersebut belum dapat tergali secara optimal.
“Kendala yang paling mendasar yang kita hadapi hari ini memang terletak pada infrastruktur di objek-objek wisata kita. Banyak tempat yang sebenarnya punya nilai lebih, punya keunikan tersendiri, dan berpeluang besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Namun, karena keterbatasan akses dan fasilitas, pengunjung enggan datang atau merasa kurang nyaman, sehingga potensi ekonomi yang seharusnya bisa dinikmati masyarakat lokal menjadi terhambat,” ujar Sebastian Jaba.
Menyikapi persoalan ini, Sebastian mendorong agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang dapat memberikan perhatian yang lebih serius dan terfokus terhadap pengembangan kawasan-kawasan wisata yang dinilai memiliki prospek cerah. Ia secara spesifik meminta agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran yang memadai dan khusus untuk perbaikan serta pembangunan infrastruktur di destinasi-destinasi prioritas tersebut. Menurutnya, pendekatan yang terencana dan didukung oleh anggaran yang cukup akan memastikan bahwa upaya pengembangan tidak berjalan setengah-setengah dan benar-benar dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin pengembangan pariwisata ini hanya sekadar retorika atau program tambal sulam. Perlu ada komitmen anggaran yang kuat dari Pemda untuk membangun infrastruktur dasar yang memadai. Misalnya, perbaikan jalan menuju objek wisata, pembangunan fasilitas kebersihan, penataan area parkir, hingga penyediaan informasi yang jelas bagi pengunjung. Dengan infrastruktur yang baik, kepercayaan wisatawan akan meningkat, dan pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar,” tambahnya.
Selain mengandalkan alokasi anggaran dari pemerintah daerah, Sebastian Jaba juga menyuarakan harapan besar terhadap dukungan yang dapat disalurkan oleh pemerintah pusat. Momentum kunjungan Ketua Komisi V DPR RI ke salah satu kawasan wisata potensial, Lepung Iring, beberapa waktu lalu, dinilai sebagai peluang emas yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia berharap, kunjungan tersebut dapat menjadi jembatan untuk membangun sinergi yang lebih kuat dan efektif dalam mendorong realisasi dukungan dana dari pemerintah pusat.
“Kehadiran Ketua Komisi V DPR RI di Lepung Iring beberapa waktu lalu adalah sebuah momentum yang sangat baik. Kami berharap ini bisa menjadi pintu masuk untuk membangun sinergi yang lebih erat, sehingga kita bisa mendorong adanya dukungan dana dari pemerintah pusat. Dukungan ini bisa melalui berbagai skema, seperti Dana Inpres (Instruksi Presiden) untuk percepatan pembangunan daerah, atau program-program kementerian terkait yang fokus pada pengembangan pariwisata dan infrastruktur daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan tentunya masyarakat, adalah kunci utama untuk membuka potensi pariwisata Sintang,” pungkas Sebastian Jaba.









