
Sintang zkr.com. Ratusan calon jemaah haji Kabupaten Sintang untuk tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi memulai rangkaian persiapan ibadah mereka dengan mengikuti kegiatan manasik haji yang diselenggarakan pada Senin, 6 April 2026. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, acara ini merupakan tahapan krusial yang dirancang untuk memberikan pembekalan komprehensif kepada para calon jemaah, membekali mereka dengan pengetahuan dan pemahaman mendalam mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai tuntunan syariat Islam sebelum keberangkatan mereka ke Tanah Suci.
Kegiatan manasik haji ini menjadi momen penting yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan spiritual. Para calon jemaah diberikan pemahaman mendalam mengenai berbagai aspek pelaksanaan ibadah haji, mulai dari rukun Islam kelima itu sendiri, larangan-larangan selama berihram, tata cara tawaf, sai, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga lontar jumrah. Selain itu, materi mengenai kesehatan, keimanan, serta adab dan etika selama berada di Tanah Suci juga turut disampaikan.
“Manasik haji ini merupakan tahapan penting yang harus diikuti dengan sungguh-sungguh oleh seluruh calon jemaah. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bekal utama agar ibadah haji dapat dilaksanakan sesuai tuntunan,” ungkap salah seorang panitia penyelenggara, menekankan signifikansi acara ini. Ia menambahkan bahwa pemahaman yang baik mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji akan membantu para jemaah dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan khusyuk, lancar, dan terhindar dari kesalahan yang dapat mengurangi nilai kesempurnaan ibadah mereka.
Dalam sambutannya, panitia juga menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk menyerap materi yang disampaikan oleh para narasumber dengan sebaik-baiknya. Para narasumber yang terdiri dari tokoh agama, petugas haji berpengalaman, serta tenaga medis, diharapkan dapat menyajikan materi dengan cara penyampaian yang komunikatif, mudah dipahami, dan menjawab segala keraguan yang mungkin dimiliki oleh para calon jemaah.
“Saya berharap para peserta bisa menyerap materi dengan baik. Kepada para narasumber, sampaikan materi dengan cara yang nyaman dan mudah dimengerti,” pesannya kepada para pembicara dan seluruh peserta. Diharapkan melalui kegiatan manasik haji ini, para calon jemaah tidak hanya siap secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki pemahaman spiritual yang mendalam, sehingga dapat menunaikan ibadah haji sebagai tamu Allah dengan penuh kekhusyukan dan meraih predikat haji mabrur. Persiapan matang melalui manasik haji ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pengalaman spiritual yang optimal di Baitullah.









