
Sintang zkr.com. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, menekankan betapa krusialnya peran kreativitas, inovasi, dan kemampuan menginspirasi yang harus dimiliki oleh para guru dalam menghadapi tantangan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. Menurutnya, upaya peningkatan kapasitas guru di bidang ini sangat vital agar generasi muda Indonesia, khususnya di Sintang, siap dan mampu menyongsong visi besar “Generasi Emas Indonesia 2045”.
“Untuk dapat menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks dan dinamis di era modern ini, para guru tidak bisa lagi hanya terpaku pada metode-metode pengajaran konvensional yang bersifat satu arah. Para pendidik harus mampu mengembangkan kreativitas, menerapkan inovasi dalam setiap pendekatan pembelajaran, dan yang terpenting, menjadi sumber inspirasi yang mampu memotivasi serta membangkitkan semangat belajar siswa dalam setiap proses pembelajaran yang mereka fasilitasi,” ujar Sebastian Jaba.
Sebastian Jaba menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memegang peranan penting dalam mendukung upaya guru untuk berinovasi. Teknologi seharusnya dipandang bukan sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai alat bantu yang ampuh untuk memperkaya metode pembelajaran. Dengan mengintegrasikan teknologi secara bijak, proses belajar mengajar dapat menjadi lebih interaktif, dinamis, dan menarik bagi siswa. Hal ini akan membantu siswa untuk lebih mudah memahami materi pelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan minat belajar yang tinggi.
“Teknologi, seperti pemanfaatan platform digital, aplikasi edukatif, atau sumber belajar daring, harus dijadikan sebagai sarana strategis untuk memperkaya ragam metode pembelajaran. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi objek pasif dalam menerima informasi, tetapi dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Ini adalah kunci untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif dan inovatif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sebastian Jaba berharap agar pemerintah daerah, melalui Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya, dapat memberikan dukungan yang memadai bagi para guru. Dukungan ini bisa berupa program-program pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan yang fokus pada peningkatan keterampilan mengajar inovatif, fasilitasi akses terhadap teknologi pendidikan, serta penciptaan ekosistem yang kondusif bagi para guru untuk berbagi praktik baik dan saling menginspirasi. Dengan guru yang berkualitas, kreatif, dan inovatif, cita-cita mewujudkan “Generasi Emas Indonesia 2045” yang berdaya saing global akan semakin mendekat.









