
Sintang zkr.com. Maraknya kegiatan balap liar yang belakangan ini semakin mengkhawatirkan kondisi keamanan, ketertiban, dan keselamatan di wilayah Kabupaten Sintang, mendorong pemerintah daerah untuk segera merumuskan langkah penanggulangan bersama. Hal ini terlihat dari terselenggaranya rapat koordinasi lintas sektoral yang diadakan khusus untuk membahas dan mencari solusi atas permasalahan tersebut.
Rapat penting ini dihadiri oleh Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kabupaten Sintang, Dede Rito, S.Sos, bersama dengan sejumlah perwakilan instansi terkait lainnya. Pertemuan ini diadakan menyusul laporan dan temuan di lapangan yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas balap liar di berbagai ruas jalan utama maupun jalan protokol di Kota Sintang.
Yang paling memprihatinkan dan menjadi sorotan utama dalam rapat ini adalah fakta bahwa sebagian besar pelaku yang terlibat dalam kegiatan balap liar tersebut adalah anak-anak di bawah umur, dengan dominasi yang sangat tinggi berasal dari kalangan pelajar tingkat SMP maupun SMA/SMK. Fenomena ini dinilai sangat berbahaya, tidak hanya membahayakan nyawa pelaku itu sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain serta warga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi yang biasa dijadikan ajang balap.
Dede Rito, S.Sos, dalam keterangannya usai mengikuti rapat, menyampaikan bahwa permasalahan balap liar ini tidak lagi bisa dipandang sebagai sekadar hiburan atau hobi remaja semata, melainkan telah menjadi masalah sosial dan ketertiban umum yang serius. Keterlibatan anak di bawah umur dan pelajar menjadi perhatian khusus karena mereka masih dalam tahap pembentukan karakter, belum memiliki kedewasaan berpikir yang cukup, serta belum memahami sepenuhnya risiko bahaya dan konsekuensi hukum dari tindakan yang mereka lakukan.
“Kami sangat mengkhawatirkan situasi ini. Data yang kami peroleh di lapangan menunjukkan bahwa hampir sebagian besar yang terlibat adalah pelajar dan anak-anak yang belum cukup umur. Mereka memodifikasi kendaraannya, memacu kecepatan di jalan raya umum, bahkan sering kali mengganggu ketenangan warga di malam hari dengan suara knalpot yang bising. Ini sangat berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, baik bagi diri mereka sendiri maupun orang lain,” ungkap Dede Rito.
Dalam rapat lintas sektoral tersebut, dibahas berbagai aspek penyebab mengapa fenomena ini marak terjadi. Salah satu faktor yang disoroti adalah kurangnya wadah penyaluran hobi otomotif yang aman dan resmi, pengaruh lingkungan pergaulan, hingga kurangnya pengawasan dari orang tua. Selain itu, juga dibahas mengenai dampak negatif yang ditimbulkan, mulai dari risiko cedera parah hingga kematian, kerusakan fasilitas umum, gangguan ketertiban, hingga potensi terjadinya tindak pidana lain yang sering kali menyertai perkumpulan para pelaku balap liar tersebut.
Sebagai perwakilan dari Satlinmas, Dede Rito menegaskan bahwa pihaknya siap berperan aktif dalam mendukung upaya penanggulangan ini. Satlinmas yang merupakan garda terdepan dalam perlindungan masyarakat, akan ditingkatkan peran dan kapasitasnya dalam membantu aparat kepolisian dan Satpol PP untuk melakukan pemantauan, pengawasan, dan pembinaan di titik-titik rawan tempat balap liar biasa berlangsung.
“Satlinmas memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Anggota kami tersebar hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Ke depannya, kami akan mengarahkan seluruh jajaran untuk lebih peka dan aktif melaporkan apabila menemukan indikasi kegiatan ini. Selain penindakan, pendekatan persuasif dan edukasi kepada anak-anak ini juga sangat penting, agar mereka sadar bahayanya. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua, agar pengawasan menjadi lebih ketat,” tambah Dede Rito.
Hasil dari rapat lintas sektoral ini menyepakati perlunya sinergi yang lebih kuat antara kepolisian, Satpol PP, Satlinmas, Dinas Pendidikan, pihak sekolah, hingga peran serta masyarakat dan orang tua. Langkah-langkah yang direncanakan meliputi peningkatan patroli gabungan, sosialisasi bahaya balap liar di lingkungan pendidikan, penertiban kendaraan yang dimodifikasi secara membahayakan, serta pembatasan akses jalan pada jam-jam rawan.
Pemerintah Kabupaten Sintang berharap, melalui kerja sama lintas sektoral yang terpadu ini, aktivitas balap liar dapat ditekan hingga ke angka nol, anak-anak dan pelajar dapat terhindar dari bahaya kecelakaan dan kenakalan remaja, serta ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Sintang dapat terjaga dengan baik demi kenyamanan seluruh warga.









