
Sintang zkr.com. Rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 Tahun 2026 di tingkat Kabupaten Sintang mencapai puncaknya pada Kamis, 2 Juli 2026. Acara puncak dilaksanakan secara resmi di halaman Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, serta berbagai unsur pemangku kepentingan dan undangan dari instansi terkait.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang sebagai bentuk perhatian terhadap peran strategis keluarga dalam membangun kualitas sumber daya manusia daerah. Turut hadir memberikan dukungan dan sambutan adalah Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Nyigit Wudi Amini, S.Sos., M.Sc., serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, kader keluarga berencana, dan perwakilan kelompok keluarga dari berbagai kecamatan di wilayah Sintang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny menyampaikan bahwa peringatan Harganas kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama akan peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Salah satu fokus utama yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Sintang adalah upaya penurunan angka stunting, yang menjadi salah satu indikator utama kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
Ia mengakui bahwa Kabupaten Sintang menghadapi tantangan tersendiri dalam menjalankan program-program kesehatan dan kesejahteraan keluarga. “Memang kami dihadapkan pada kendala yang tidak ringan, mulai dari luas wilayah yang sangat besar, persebaran penduduk yang terpencar, jarak antar permukiman dan kampung yang cukup jauh, hingga keterbatasan anggaran operasional. Semua ini menjadi ujian tersendiri dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata,” ungkap Florensius Ronny.
Meskipun demikian, Wakil Bupati menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak akan mengurangi komitmen pemerintah daerah. “Saya ingin menegaskan dengan tegas: Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan tidak ada satu pun anak maupun ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi yang terlewatkan atau tidak mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak dari kami. Setiap warga berhak mendapatkan pelayanan dasar yang baik,” tambahnya.
Florensius juga menjelaskan salah satu hambatan dalam penanganan dini masalah gizi, yaitu masih rendahnya kesadaran sebagian ibu hamil untuk memeriksakan kondisi kehamilannya secara rutin. “Selama ini kami sudah gencar melakukan penyuluhan dan edukasi kepada ibu hamil agar rajin datang memeriksa kandungan ke tenaga kesehatan yang ada di puskesmas maupun pos pelayanan di kampung masing-masing. Masih ada sebagian ibu yang merasa dirinya sehat-sehat saja sehingga menganggap pemeriksaan rutin tidak terlalu penting dan sering kali mengabaikan anjuran petugas,” terangnya.
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala agar jika ditemukan tanda-tanda kekurangan gizi atau kondisi lain yang berisiko, penanganan dapat dilakukan sejak dini. “Jika rutin diperiksa, maka kasus ibu hamil yang kekurangan gizi bisa segera terdeteksi dan kami tangani dengan segera menggunakan alokasi anggaran khusus yang telah disiapkan pemerintah. Penanganan dini jauh lebih efektif dibandingkan menangani kondisi yang sudah parah,” jelasnya lebih lanjut.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan harapan agar bantuan suplemen gizi berupa biskuit bernutrisi dapat didistribusikan secara merata. “Saya berharap penyediaan dan penyaluran biskuit bernutrisi ini dapat menjangkau seluruh 20 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sintang, sehingga dapat langsung diberikan kepada ibu hamil dan balita yang membutuhkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizinya,” pungkasnya.









