
Sintang zkr.com. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Markus Jembari, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang, melalui instansi teknis terkait, untuk memberikan perhatian yang lebih besar dan terarah kepada para petani sawit mandiri. Fokus utama perhatian ini diarahkan pada penyediaan bantuan yang sangat dibutuhkan, yaitu bibit unggul berkualitas dan pupuk bersubsidi, yang dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat serta kesejahteraan para petani di Kabupaten Sintang.
Markus Jembari menekankan bahwa petani sawit mandiri memegang peranan yang sangat vital sebagai tulang punggung perekonomian di banyak wilayah pedesaan di Kabupaten Sintang. Perkebunan sawit rakyat tidak hanya menjadi sumber pendapatan utama bagi ribuan keluarga petani, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah secara keseluruhan. Namun, ia menyoroti adanya kendala serius yang sering dihadapi oleh para petani ini, terutama terkait akses terhadap input produksi yang berkualitas.
“Petani sawit mandiri ini adalah tulang punggung ekonomi di banyak desa. Namun, mereka sering kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi dan bibit yang baik. Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Markus Jembari, menyuarakan aspirasi dan keluhan yang seringkali datang dari para petani sawit di lapangan. Ia menambahkan bahwa ketersediaan bibit unggul yang adaptif terhadap kondisi lokal dan pupuk bersubsidi yang tepat waktu dan tepat sasaran, merupakan faktor penentu utama dalam keberhasilan budidaya kelapa sawit.
Lebih lanjut, Markus Jembari menjelaskan bahwa penggunaan bibit unggul tidak hanya akan menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang lebih banyak dan berkualitas, tetapi juga berpotensi meningkatkan rendemen minyak sawit. Sementara itu, ketersediaan pupuk bersubsidi yang memadai dan terjangkau akan membantu petani dalam menjaga kesuburan tanaman, mencegah penurunan produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan hasil panen serta pendapatan mereka. Ketiadaan atau kesulitan akses terhadap kedua faktor produksi ini seringkali menjadi penyebab rendahnya produktivitas perkebunan sawit rakyat, yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Oleh karena itu, Markus Jembari mendorong agar Pemkab Sintang, melalui Dinas Perkebunan dan instansi terkait lainnya, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran bibit unggul dan pupuk bersubsidi bagi petani sawit mandiri. Perlu ada terobosan kebijakan atau perbaikan sistem agar bantuan tersebut benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan, tepat waktu, dan dalam jumlah yang memadai. Pendataan petani sawit mandiri yang akurat dan valid juga perlu dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan yang tepat sasaran.
Ia juga menyarankan agar Pemkab Sintang dapat menjalin kemitraan yang lebih erat dengan perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Sintang, dalam rangka program plasma nutfah atau bantuan bibit unggul bagi petani rakyat. Selain itu, sosialisasi mengenai teknik budidaya sawit yang baik dan benar, termasuk penggunaan pupuk yang tepat, juga perlu digalakkan secara intensif.
DPRD Kabupaten Sintang, melalui aspirasi Markus Jembari, menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan mengawal kebijakan Pemkab Sintang dalam memberikan perhatian lebih kepada petani sawit mandiri. Harapannya adalah agar para petani sawit di Sintang dapat terus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya, sehingga sektor perkebunan kelapa sawit rakyat dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Kabupaten Sintang.









