
Sintang zkr.com. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sintang bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kayan Hilir melaksanakan kegiatan penanaman jagung secara serentak di Desa Pelaik, pada Selasa (27/10/2026). Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang dalam mendorong penguatan sektor pertanian sekaligus menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan penanaman jagung ini merupakan bagian integral dari strategi pengembangan sektor tanaman pangan yang digalakkan pemerintah daerah. Selain bertujuan menaikkan angka produksi, program ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia, meningkatkan produktivitas lahan, serta secara langsung turut mengangkat taraf ekonomi dan pendapatan para petani di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sintang, Martin Nandung, menyampaikan bahwa pemilihan Desa Pelaik sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa pertimbangan. Wilayah Kayan Hilir dinilai memiliki potensi lahan yang luas dan kondusif untuk pengembangan komoditas jagung, sehingga kegiatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk membuka peluang pengembangan pertanian yang lebih besar di kawasan tersebut.
Menurut Martin, jagung merupakan komoditas unggulan yang memiliki prospek sangat cerah untuk dikembangkan di daerah ini. Komoditas ini tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan pokok atau selingan bagi masyarakat, melainkan juga memiliki peran vital sebagai bahan baku pakan ternak yang sangat dibutuhkan. Selain itu, jagung memiliki nilai jual yang stabil dan dapat diandalkan, sehingga menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi para petani.
“Penanaman jagung ini adalah bagian dari upaya terpadu kami untuk mendorong peningkatan produksi tanaman pangan serta memastikan setiap jengkal lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kami berharap kegiatan ini dapat mendongkrak produktivitas petani sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan di Kabupaten Sintang,” ujar Martin di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Martin menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memantik semangat masyarakat luas untuk menggarap komoditas jagung secara lebih tekun, terencana, dan berkelanjutan. Pengembangan tanaman jagung dinilai sangat tepat dijadikan sebagai salah satu alternatif diversifikasi usaha pertanian, sehingga petani tidak bergantung pada satu jenis tanaman saja dan memiliki pilihan komoditas yang mampu memberikan keuntungan ekonomi secara berkesinambungan.
Diharapkan pula, peran BPP Kayan Hilir akan terus diperkuat dalam memberikan pendampingan, penyuluhan teknis, serta pengawasan agar para petani memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkualitas tinggi di masa mendatang.







