
Sintang zkr.com. Rangkaian perayaan puncak Hari Jadi Kota Sintang ke-664 tahun 2026 telah resmi dimulai. Pameran Ekonomi Kreatif, Kuliner, Festival Musik, dan Panggung Hiburan secara resmi dibuka dan mulai beraktivitas pada Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Kompleks Stadion Baning Sintang. Acara pembukaan ini berlangsung meriah dan khidmat, dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan dunia perbankan, instansi vertikal, lembaga keuangan, para pelaku seni dan budaya, pelaku usaha ekonomi kreatif, serta berbagai tamu undangan dan masyarakat luas yang antusias menyaksikan momen penting ini.
Sebagai garda terdepan penyelenggaraan, Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sintang, Dr. Hendrika, menjelaskan bahwa kegiatan besar ini disiapkan secara matang bukan sekadar sebagai seremonial belaka. Menurutnya, pameran ini didesain khusus menjadi wadah perayaan hari lahir kota yang paling relevan, di mana melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, melalui perpaduan harmonis antara seni, budaya, dan penggerak roda ekonomi daerah.
“Pemerintah Daerah berkomitmen menciptakan sebuah ekosistem yang kuat, yang mampu mempertemukan kreativitas tak terbatas yang dimiliki warga Sintang dengan peluang pasar yang luas dan menjanjikan. Kegiatan ini kami susun dengan tujuan yang sangat mendasar dan strategis. Pertama, adalah untuk pelestarian budaya dan wadah ekspresi seni. Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi para seniman lokal, musisi, penari, dan seluruh pegiat seni untuk dengan bangga menampilkan karya-karya terbaik mereka di hadapan publik,” ujar Dr. Hendrika dalam keterangannya usai pembukaan acara.
Lebih jauh ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas daerah. “Kami juga memiliki tujuan mulia untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur Sintang kepada generasi muda. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman yang begitu cepat, kami tidak ingin jati diri dan kearifan lokal kita luntur atau tergerus. Anak-anak muda harus tahu, paham, dan bangga akan warisan leluhur yang kita miliki,” tambahnya.
Selain sisi budaya, aspek ekonomi menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan tahun ini. Dr. Hendrika menjelaskan bahwa pameran ini menjadi tonggak pemberdayaan ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pameran ini diharapkan menjadi sarana promosi paling efektif bagi produk-produk unggulan lokal, mulai dari kerajinan tangan bernilai seni tinggi, hasil pertanian, hingga kekayaan kuliner khas Sintang yang sangat beragam.
“Kami ingin mendorong perputaran ekonomi yang sehat dan cepat di tingkat masyarakat. Melalui ajang ini, kami berupaya membantu para pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperluas jaringan pasar mereka, memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas, serta membuka peluang kerja sama baru. Di sini, masyarakat bisa melihat langsung betapa kaya dan berkualitasnya produk buatan anak daerah sendiri,” jelasnya.
Semangat kebersamaan juga menjadi napas utama kegiatan ini, sejalan dengan tema besar perayaan tahun ini, yakni “Sintang Kota Bersama”. Oleh karena itu, seluruh rangkaian hiburan yang disajikan dapat dinikmati secara gratis oleh semua orang, tanpa ada pembatasan atau sekat apapun.
“Kami ingin mempererat tali silaturahmi antarwarga. Hiburan yang kami sajikan terbuka untuk umum dan gratis, agar seluruh lapisan masyarakat, dari berbagai latar belakang ekonomi maupun sosial, bisa datang, berkumpul, bersenang-senang, dan merasakan suasana pesta rakyat yang sejati. Ini cara kami memperkuat rasa kebersamaan dan rasa memiliki setiap warga terhadap kota tercinta ini,” tegas Dr. Hendrika.
Tak hanya berhenti di lingkup daerah, kegiatan ini juga ditargetkan mampu mengangkat nama Sintang ke kancah yang lebih luas. Diharapkan, gelaran akbar ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan sektor pariwisata, serta mampu menarik minat kunjungan wisatawan dari luar daerah maupun luar provinsi untuk datang, berkunjung, dan menikmati pesona Sintang. Lebih dari itu, acara ini juga menjadi langkah strategis untuk membangun citra Kabupaten Sintang sebagai daerah yang kreatif, dinamis, ramah, dan sangat terbuka bagi berbagai peluang investasi kreatif dan ekonomi.
“Tidak kalah penting, kami juga ingin memperkenalkan kembali ragam pangan tradisional Sintang yang otentik dan lezat. Di samping itu, kami juga mendorong adanya inovasi-inovasi baru dalam dunia kuliner lokal, agar masakan dan produk makanan khas kita tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi mampu bersaing dan mendunia di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Sebagai informasi, kegiatan Pameran Ekonomi Kreatif, Kuliner, Festival Musik, dan Panggung Hiburan ini akan berlangsung meriah selama 10 hari ke depan. Sepanjang masa pelaksanaan, panitia telah menyiapkan jadwal yang sangat padat dan menarik, mulai dari berbagai kompetisi dan lomba yang menguji bakat masyarakat, hingga penampilan hiburan spesial yang berbeda-beda setiap malamnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat yang datang setiap harinya selalu disuguhkan suasana baru, keseruan yang berbeda, dan pengalaman tak terlupakan dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Sintang ke-664.









