
Sintang zkr.com. Tokoh masyarakat yang dikenal vokal, Andreas, atau akrab disapa “Panglima Asap”, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas keberhasilan mereka menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah masif di wilayah Kalimantan Barat. Keberhasilan ini diapresiasi sebagai bukti nyata keseriusan dan komitmen kedua institusi dalam memerangi peredaran gelap narkoba yang kian mengkhawatirkan.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Andreas secara khusus memuji kinerja gemilang aparat Kepolisian Resor (Polres) Sintang yang berhasil meringkus seorang pembawa narkotika jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 59 kilogram. Penangkapan yang dilakukan di wilayah hukum Sintang ini dinilai sebagai capaian luar biasa dalam upaya pencegahan peredaran barang haram di daerah tersebut. “Keberhasilan ini adalah bukti nyata keseriusan aparat kita dalam memberantas peredaran narkoba yang sudah sangat mengkhawatirkan. Ini patut kita apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Andreas.
Tak hanya mengapresiasi kinerja Polri, Andreas juga memberikan penghargaan khusus kepada jajaran TNI, khususnya yang bertugas di wilayah perbatasan. Ia menyoroti keberhasilan TNI dalam menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 55 kilogram di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas pada tanggal 17 Maret 2026 lalu. Menurut Andreas, prestasi ini menunjukkan peran strategis dan vital TNI tidak hanya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman luar, tetapi juga dalam melindungi masyarakat dari bahaya laten narkotika yang datang dari lintas negara.
“Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Kita semua patut merasa bangga dan patut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang telah bekerja tanpa kenal lelah siang dan malam demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kita dari ancaman narkoba,” tutur Andreas. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras aparat di lapangan yang patut menjadi contoh.
Lebih lanjut, Andreas juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Barat untuk tidak berpuas diri dan tidak lengah. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta aktif dalam upaya pemberantasan narkoba. Bentuk partisipasi masyarakat yang paling mendasar, menurutnya, adalah dengan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun lingkungan tempat tinggal. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan terkait peredaran narkoba kepada aparat berwenang. “Setiap informasi sekecil apapun sangat berharga. Mari kita bersama-sama bersinergi, bahu-membahu, agar Kalimantan Barat terbebas dari cengkeraman narkoba,” pungkasnya.








