Sintang zkr.com.
Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Inggar, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, kembali menjadi sorotan tajam. Kepala Desa Batu Netak, Marsah, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang untuk segera memberikan perhatian serius dan tindakan nyata terhadap akses jalan yang dinilai sangat vital bagi kelangsungan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Inggar, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, kembali menjadi sorotan tajam. Kepala Desa Batu Netak, Marsah, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang untuk segera memberikan perhatian serius dan tindakan nyata terhadap akses jalan yang dinilai sangat vital bagi kelangsungan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.Marsah mengungkapkan bahwa jalan yang membentang di wilayah Inggar memiliki peran strategis yang tak tergantikan. Jalur ini berfungsi sebagai urat nadi penghubung bagi sejumlah desa penting di Kecamatan Kayan Hilir. Desa-desa yang bergantung pada akses jalan ini meliputi Desa Sungai Buaya, Desa Sungai Sintang, Desa Sungai Garong, hingga Desa Batu Netak sebagai salah satu titik penting. Ketergantungan masyarakat pada jalur ini sangat tinggi untuk berbagai aspek kehidupan.
Menurut Marsah, kondisi jalan yang ada saat ini masih jauh dari memadai dan memerlukan perbaikan segera agar dapat dilalui dengan lebih aman, nyaman, dan efisien oleh masyarakat. Kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat aktivitas harian warga, tetapi juga berdampak signifikan pada sektor-sektor krusial lainnya. Jalur ini merupakan akses penting dalam mendukung kelancaran kegiatan ekonomi, terutama distribusi hasil pertanian dan pasokan kebutuhan pokok. Selain itu, akses jalan yang baik juga krusial untuk kelancaran sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi warga di desa-desa tersebut. “Jalan ini sangat penting karena menghubungkan banyak desa. Masyarakat sangat bergantung pada akses ini untuk berbagai kebutuhan,” ujar Marsah saat dikonfirmasi pada Minggu, 22 Maret 2026.
Marsah menekankan bahwa peningkatan kualitas jalan di wilayah Inggar akan memberikan dampak langsung pada percepatan pertumbuhan ekonomi desa. Dengan kondisi jalan yang baik, distribusi hasil pertanian dari para petani ke pasar akan menjadi lebih lancar dan efisien, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat. Demikian pula, kelancaran pasokan kebutuhan pokok akan terjaga, menstabilkan harga, dan memudahkan akses masyarakat terhadap barang-barang esensial.
Lebih lanjut, Marsah juga menyoroti aspek keselamatan jiwa yang sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan. Dalam situasi darurat, seperti ketika warga membutuhkan akses cepat menuju fasilitas kesehatan atau rumah sakit, jalan yang rusak parah dapat menjadi penghambat serius. Keterlambatan penanganan medis akibat buruknya kondisi jalan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa warga, terutama dalam kasus-kasus kritis. “Kami berharap Pemkab Sintang bisa segera turun tangan untuk memperbaiki jalan ini. Karena manfaatnya dirasakan oleh banyak desa, bahkan sampai ke kabupaten tetangga,” tambahnya, menggarisbawahi jangkauan dampak perbaikan jalan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dapat diperoleh dari pihak Pemerintah Kabupaten Sintang mengenai rencana konkret perbaikan, jadwal pelaksanaan, maupun alokasi anggaran untuk peningkatan akses jalan di wilayah Inggar tersebut. Masyarakat di sejumlah desa yang dilalui jalur ini sangat berharap adanya tindak lanjut yang cepat dari pemerintah daerah agar konektivitas antar desa dapat semakin baik, menunjang aktivitas ekonomi, serta menjamin keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga.








