
Sintang zkr.com. Pemerintah Kabupaten Sintang angkat bicara menanggapi fenomena antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Sintang dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini diduga dipicu oleh perilaku panic buying masyarakat yang khawatir akan terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite. Namun, Pemkab Sintang menegaskan bahwa ketersediaan BBM di wilayah Kabupaten Sintang maupun Provinsi Kalimantan Barat secara umum masih dalam kondisi aman dan mencukupi.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Wiro Pranata, menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu resah terkait pasokan BBM. Pemerintah daerah terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pertamina, untuk memastikan kelancaran distribusi BBM. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menggelar rapat koordinasi dengan pihak Pertamina untuk menyikapi situasi ini. Berdasarkan keterangan dari General Manager Pertamina Kalbar, stok BBM di wilayah Kalimantan Barat dipastikan dalam kondisi aman dan tersedia. Bahkan, Pertamina siap menambah pasokan di daerah yang mengalami antrean sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” terang Wiro Pranata.
Wiro Pranata menjelaskan bahwa antrean panjang yang terjadi di SPBU lebih disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat yang dipicu oleh isu-isu global yang beredar luas. “Antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh aksi panic buying masyarakat akibat isu konflik internasional antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang beredar di tengah masyarakat. Selain itu, ada kemungkinan juga adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan penimbunan BBM untuk spekulasi,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa isu kelangkaan BBM di Sintang maupun Kalbar secara umum tidak berdasar.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau menimbunnya. Wiro Pranata kembali menegaskan bahwa pasokan BBM di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Sintang, masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar dan tidak melakukan panic buying. Tetaplah beraktivitas seperti biasa, karena pasokan BBM dipastikan aman dan tersedia. Kami bersama Pertamina akan terus memantau ketersediaan stok dan memastikan distribusi berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegas Wiro Pranata.
Pemerintah Kabupaten Sintang akan terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga BBM, serta berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu. Masyarakat diharapkan dapat melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan adanya indikasi penimbunan BBM atau praktik ilegal lainnya di SPBU.








